Gejala Penyakit Polip di Hidung

Penyakit polip hidung adalah salah satu penyakit yang sudah banyak didengar oleh masyarakat Indonesia. Biasanya penyakit ini ditandai dengan daging yang tumbuh di dalam hidung. Biasanya sebagian orang menganggapnya sebagai penyakit tumor hidung. Penyakit polip hidung sebenarnya adalah salah sat penyakit yang terjadi di dalam rongga hidung yang ditandai dengan gejala penyakit polip di hidung seperti suatu pertumbuhan dari selaput lendir yang sifatnya jinak.

Penyebab dari penyakit polip hidung ini bisa disebabkan karena berasal dari penyakit lain, misalnya adalah penyakit alergi, penyakit asma, dan rhinitis parah, serta penyakit yang lainnya. Gejala penyakit polip di hidung ditandai dengan daging yang muncul yang berwarna putih ke abu-abuan. Terdapat beberapa faktor pemicu dari munculnya penyakit polip ini. Biasanya hal ini bisa saja disebabkan karena radang kronis yang terjadi dengan berulang-ulang pada bagian mukosa hidung dan juga sinus paranasal.

Gejala penyakit polip di hidung secara fisik ditandai dengan hidung yang mengalami sumbatan yang bisa menetap dan akan selalu terasa banyak lendir di dalam hidung. Gejala lainnya ditandai dengan sakit kepala, hidung sering mengeluarkan lendir layaknya sedang pilek atau flu, indera penciuman yang menurun, rongga hidung akan lebih sering terasa gatal dan juga akan lebih sering bersin, mata berair yang disebabkan karena alergi terhadap sesuatu.

Cara mengobati penyakit polip hidung biasanya dokter akan menganjurkan untuk melakukan pengangkatan polip dengan operasi. Operasi yang dilakukan juga harus berhati-hati. Namun, jika penyakit polip ini disebabkan karena penyakit alergi, maka hal yang harus dilakukan adalah mengatasi terlebih dahulu penyakit alerginya. Karena jika penyakit alerginya sudah diobati, penyakit polip sendiri tidak akan muncul lagi. Namun, jika Anda mengobati penyakit polip, dan tidak mengutamakan penyebab utama dari terjadinya penyakit polip ini, ini akan bisa menyebabkan polip datang lagi karena alergi masih ada.

Posted in Polip Hidung | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Polip Hidung

Polip hidung adalah pertumbuhan selaput lendir hidung yang bersifat jinak. Penyebab terjadinya polip tidak diketahui, tetapi sejumlah polip  tumbuh karena ada pembengkakan akibat infeksi. Adapun polip sering ditemukan pada penderita :

  • Rinitis alergika
  • Asma
  • Sinusitis kronis
  • Fibrosis kistik

Polip biasanya tumbuh di daerah dimana selaput lendir membengkak akibat penimbunan cairan, sepert daerah disekitar lubang sinus pada rongga hidung. Ketika baru terbentuk sebuah polip tampak seperti air mata, dan jika telah matang, bentuknya menyerupai buah anggur yang berwarna keabu-abuan.

Polip menyebabkan penyumbatan hidung karena itu penderita seringkalu mengeluhkan adanya penurunan fungsi indera penciuman. Karena indera perasa berhubungan dengan indera penciuman, maka oenderita juga mengalami penurunan fungsi indera perasa.

Polip hidung juga bisa menyebabkan penyumbatan pada drainase lendir dari sinus ke hidung. Penyumbatan ini menyebabkan tertimbunya lendir didalam sinus. Lendir yang terlalu lama berada di dalam sinus bisa mengalami infeksi, dan akhirnya menyebabkan terjadinya sinusitis. Pada anak-anak polip akan menyebabkan suara menjadi sengau sehingga mereka harus bernapas melalui mulut.

Diagnosis di tegakkan berdasarkan gejala klinis dan hasil pemeriksaan fisik. Obat semprot hidung yang mengandung kortikosteroid dapat diberikan dan bisa memperkecil ukuran poli, bahkan menghilangkannya. Pembedahan juga bisa menjadi pilihan jika :

  • Polip menghalangi saluran napas
  • Polip mengahalangi saluran/ drainase sinus
  • Polip berhubungan dengan tumor

Polip cenderung tumbuh kembali jika penyebabnya (alergi maupun infeksi) tidak terkontrol atau tidak diobati. Pemakaian obat semprot hidung yang mengandung kortikosteroid bisa memperlambat atau mencegah kekambuhan. Namun, jika kekambuhan bersifat benar, sebaiknya dilakukan pembedahan untuk memperbaiki drainase sinus dan membuang jaringan yang terinfeksi.

Posted in Polip Hidung | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Bahaya Polip

Polip atau tonjolan daging yang jinak pada rongga hidung ternyata memiliki cukup banyak penyakit komplikasi yang mengikutinya. Tak hanya akan mengakibatkan peradangan sinus atau sinusitis, polip juga bisa merusak struktur tulang penderitanya.

Keberadaan polip yang tidak segera diatasi bisa mengakibatkan sinusitis atau peradangan sinus yakni rongga pada area hidung dan sekitar mata. Peradangan tersebut cukup berbahaya dan bisa berdampak pada kerusakan mata serta radang otak atau meningitis.

Sinusitis sebagai akibat munculnya polip pada hidung itu sendiri terjadi karena sekret atau cairan tak bisa keluar dari rongga hidung dan justru tertahan di dalamnya. Endapan sekret itu kemudian menjadi area yang bagus berkembangnya kuman penyakit. Hal itulah yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada sinus atau sinusitis.


Tidak hanya akan berdampak pada kerusakan mata dan peradangan otak, saat diikuti sinusitis keberadaan polip juga akan menyebabkan kerusakan struktur tulang penderitanya. Yakni merupakan dampak tekanan tonjolan pada tulang penderitanya. Jika tekanan terjadi secara terus menerus, lama kelamaan akan merusak struktur tulang.

Mengenai penyebab munculnya polip, hingga kini masih belum bisa dipastikan. Hanya saja, penyakit berupa tonjolan warna putih keabu-abuan mirip nata de coco ini biasanya dialami oleh penderita sejumlah penyakit tertentu. Misalnya Rinitis alergika, asma, Sinusitis kronis, serta Fibrosis kistik.

Selain bisa mengakibatkan munculnya derita sinusitis, polip itu sendiri juga bisa muncul karena seseorang sebelumnya telah menderita sinusitis. Yakni polip tumbuh karena adanya pembengkakan akibat infeksi. Itu karena dalam area hidung kita ada bagian yang sempit. Jika terjadi tekanan negatif pada daerah itu bisa mengakibatkan pembengkakan.

Karena letaknya yang berada di rongga hidung, polip yang memiliki bentuk bertangkai atau berkaki ini akan menyebabkan penyumbatan hidung. Sehingga, penderita seringkali mengeluhkan adanya penurunan fungsi indera penciuman.

Polip Stadium Lanjut Harus Dioperasi

Untuk mengatasi munculnya polip dalam rongga hidung, ternyata tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama atau istilahnya disama ratakan. Sebab, penyakit yang bisa berdampak pada munculnya tumor jika terjadi mutasi gen ini hadir dalam sejumlah tahap. Yakni dimulai stadium satu hingga stadium tiga.

Jika polip masih berada di tahap awal atau stadium satu, keberadaan polip biasanya masih belum kelihatan dalam pemeriksaan fisik. Sehingga, untuk mengetahui atau mendeteksi penyakit ini membutuhkan alat khusus untuk pengecekan melalui proses endoskopi.

Lain halnya jika derita polip sudah masuk dalam stadium dua. Sebab, dalam tahapan ini polip yang berada dalam rongga hidung sudah kelihatan dan menutupi lubang hidung meskipun masih belum secara keseluruhan. Sehingga, pemeriksaan secara kasat mata yakni dengan melihat ke lubang hidung pun bisa dilakukan.

Penanganan polip pada stadium satu dan dua bisa dilakukan dengan memberikan obat untuk mengatasi munculnya penyakit tersebut. Kecuali jika polip stadium dua sudah memenuhi hampir semua rongga hidung, tindakan operasi sudah harus dilakukan. Begitu juga dengan polip pada stadium lanjut atau stadium tiga.

Mengenai anggapan bahwa polip yang dioperasi akan tumbuh lagi pasca operasi, hal tersebut sangat tergantung pada tindakan operasi yang dilakukan serta jenis polip itu sendiri. Artinya, jika tindakan operasi dilakukan dengan bersih dan dilakukan pada polip dengan tipa gampang sembuh, maka polip tak akan muncul kembali.

Begitu pula dengan ada tidaknya faktor penyakit yang menyertainya. Misalnya Rinitis alergika. Jika penderita polip juga memiliki penyakit ini, maka peluang munculnya kembali polip pasca operasi bisa saja terjadi.

Posted in Polip Hidung | Tagged , , , , , , , , | 2 Comments

Gejala Polip Hidung

Polip hidung adalah tumor bertangkai yang timbul dari mukosa sinus hidung. Polip ini menyebabkan obstruksi hidung, rinorea, bersin dan penurunan atau hilangnya kemampuan menghidu. Terapi dengan kortikosteroid topikal dapat dilakukan. Terapi bedah mencakup polipektomi atau etmoidektomi.

Penyebab terjadinya polip belum diketahui secara pasti, namun beberapa polip tumbuh karena adanya pembengkakan pada hidung akibat infeksi.

Ada 3 faktor yang mempengaruhi terjadinya polip, diantaranya :

- Gangguan keseimbangan Vasomotor
- Peradangan lama dan berulang pada selaput permukaan hidung dan sinus
- Peningkatan tekanan cairan antar ruang sel dan bengkak selaput permukaan hidung

Adanya faktor alergi dan radang kronis yang berulang-ulang, maka terjadilah perubahan pada jaringan permukaan (mukosa) hidung, perubahan pembuluh darah, dan juga limfe. Keadaan ini akan berkembang terjadinya hambatan balik cairan interstitial. Cairan yang terumpul selanjutnya akan menimbulkan semacam bendungan yang bersifat pasif. Dari keadaan ini, berkembang menjadi pembengkakan di mukosa hidung. Makin lama proses ini berlangsung, penonjolan mukosa hidung akan bertambah panjang, sampai pada akhirnya terbentuk tangkai, maka terbentuklah polip.

Polip sering ditemukan pada penderita :

- 50% penderita Asma Bronkiale
- 48% penderita Ciystic Fibrosis
- Rhinitis Alergi
- 85% penderita Allergic Fungal Sinusitis
- Rinosinusitis Kronik
- Primary Ciliary Dyskinesia
- Aspirin intolerance
- Alcohol intolerance
- Churg-Strauss syndrome
- Young syndrome
- Nonallergic rhinitis with eosinophilia syndrome (NARES)

Tanda-Tanda Polip Hidung

Pada penyakit polip hidung biasanya timbul keluhan utama adalah hidung tersumbat, sumbatan ini menetap dan tidak hilang timbul. Semakin lama keluhan dirasakan semakin berat. Penderita sering mengeluhkan terasa ada massa di dalam hidung dan sukar membuang ingus. Gejala lain adalah hiposmia (gangguan penciuman). Gejala lainnya dapat timbul jika terdapat kelainan di organ sekitarnya seperti post nasal drip (cairan yang mengalir di bagian belakang mulut), suara bindeng, nyeri muka, telinga terasa penuh, snoring (ngorok), gangguan tidur dan penurunan kualitas hidup.

Polip menyebabkan penyumbatan hidung, karena itu penderita seringkali mengeluhkan adanya penurunan fungsi indera penciuman. Karena indera perasa berhubungan dengan indera penciuman, maka penderita juga bisa mengalami penurunan fungsi indera perasa dan penciuman.

Polip hidung juga bisa menyebabkan penyumbatan pada drainase lendir dari sinus ke hidung. Penyumbatan ini menyebabkan tertimbunnya lendir di dalam sinus. Lendir yang terlalu lama berada di dalam sinus bisa mengalami infeksi dan akhirnya terjadi sinusitis. Penderita anak-anak sering bersuara sengau dan bernafas melalui mulutnya.

Secara pemeriksaan mikroskopis tampak epitel pada polip serupa dengan selaput permukaan hidung normal yaitu epitel bertingkat semu bersilia dengan subselaput permukaan yang sembab.

Polip menyebabkan penyumbatan hidung, karena itu penderita seringkali mengeluhkan adanya penurunan fungsi indera penciuman. Karena indera perasa berhubungan dengan indera penciuman, maka penderita juga bisa mengalami penurunan fungsi indera perasa dan penciuman.

Polip hidung juga bisa menyebabkan penyumbatan pada drainase lendir dari sinus ke hidung. Penyumbatan ini menyebabkan tertimbunnya lendir di dalam sinus. Lendir yang terlalu lama berada di dalam sinus bisa mengalami infeksi dan akhirnya terjadi sinusitis.

Penderita anak-anak sering bersuara sengau dan bernafas melalui mulutnya.

Jadi gejala polip ini sangat beragam. Mulai dari pilek yang berlangsung lama, bersin-bersin, hidung tersumbat yang bersifat menetap, sering mimisan, keluhan akan adanya massa di hidung, sukar buang ingus, gangguan penciuman, bentuk hidung yang tidak lagi simetris, bengek atau bindeng, telinga rasa penuh, mendengkur/gangguan tidur, lendir dan rasa kering yang terkumpul di tenggorokan, sakit kepala, dan sebagainya. Kesemua keluhan itu tentu saja amat mengganggu dan sangat mempengaruhi produktivitas hidup si penderita.

Posted in Polip Hidung | Tagged , , , , , , , | 1 Comment

Penyakit Polip Hidung

Polip hidung merupakan tonjolan pada mukosa (jaringan permukaan) rongga hidung bagian dalam (cavum nasi). Polip pada hidung berbentuk tangkai dan memanjang. Oleh sebab itu, penderita polip hidung merasa terganggu akibat tonjolan di dalam hidungnya sehingga susah untuk bernafas dan pilek berkepanjangan. Jika seseorang mengalami pilek dan hidung serasa mampet, tidak serta merta menderita polip. Untuk itu segera periksakan ke dokter.

Jenis Polip Hidung

Polip Hidung terbagi menjadi 2 jenis, yakni:

1. Polip Hidung Tunggal

Jumlah polip hanya 1 buah. Berasal dari sel-sel permukaan dinding sinus tulang pipi (maxilla).

2. Polip Hidung Multiple

Jumlah polip lebih dari satu. Dapat timbul di kedua sisi rongga hidung. Pada umumnya berasal dari permukaan dinding rongga tulang hidung bagian atas (etmoid).

Berdasarkan usia penderita, polip hidung lebih sering dijumpai pada usia di atas 20 tahun. Sangat jarang terjadi pada anak-anak. Perbandingan antara pria dan wanita pada usia dewasa berkisar 2 : 1. Walaupun Tidak Berbahaya, polip hidung sangat mengganggu bagi yang menderitanya

Penyebab

Sampai saat ini, penyebab terjadinya polip pda hidung belum diketahui secara pasti. Ada beberapa faktor yang dianggap menjadi penyebab terjadi nya polip hidung yaitu reaksi alergi dan peradangan menahun yang berulang

Beberapa penyakit dan kondisi yang berhubungan dengan Polip hidung, diantaranya :

- Asma
- Rhinitis Alergika
- Sinusitis Kronis
- Intoleransi Aspirin
- Intoleransi Alkohol

Gejala Polip Hidung

Berikut gejala dan tanda-tanda terjadinya polip hidung :

1. Hidung mampet, berat ringannya hidung buntu bergantung pada letak dan ukuran Polip Hidung.
2. Suara bindeng, penciuman menurun.
3. Pilek berkepanjangan, hidung meler, encer hingga kental.

Keluhan-keluhan makin menjadi jika penderita mengalami alergi yang dipicu oleh berbagai faktor.

Posted in Polip Hidung | Tagged , , , , , , | Leave a comment